Sempat Melonjak, Kini Harga Daging Sapi di Kabupaten Tangerang Mulai Turun

Sempat Melonjak, Kini Harga Daging Sapi di Kabupaten Tangerang Mulai Turun
Sebelumnya, per tanggal 17 Mei 2021, harga daging sapi per kilo nya sempat turun harga, yang sebelumnya dikisaran Rp 143.333/kg, kini turun menjadi Rp 140.000/kg.

 

Metrobanten, Tangerang – Perihal kenaikan harga daging sapi terpantau masih tinggi dan belum stabil, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang memberikan keterangan atas melonjaknya harga daging sapi, Jumat (21/05/2021).

Kenaikan harga ini dijelaskan oleh Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Iskandar Nordat. Dirinya menerangkan, untuk harga daging sapi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri selalu naik, ini dikarenakan tingginya permintaan stok daging dari para pedagang.

“Memang untuk daging sapi setiap Idul Fitri selalu naik, ini disebabkan adanya banyak permintaan dari pedagang. Belum lagi harga sapi impor dari Australia naik,” pungkasnya.

Sebelumnya, per tanggal 17 Mei 2021, harga daging sapi per kilo nya sempat turun harga, yang sebelumnya dikisaran Rp 143.333/kg, kini turun menjadi Rp 140.000/kg.

Baca juga: Pandeglang Diguncang 2 Kali Gempa M 5,0 dan M 5,4 Selang 2 Menit

Dirinya juga menambahkan, lonjakan tersebut dipengaruhi oleh harga sapi impor dari Australia yang terus mengalami kenaikan sejak akhir Maret 2021. Kondisi inilah yang dianggap mempengaruhi stabilitas harga daging lokal di dalam negeri khususnya di Kabupaten Tangerang.

Selain itu, Kepala Seksi Barang Kebutuhan Pokok, Barang Penting, dan Logistik pada Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Tangerang, Apit Rosadi menerangkan, penyebab kenaikan harga daging ini dipengaruhi oleh harga dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Selain itu, kenaikan dipengaruhi oleh lonjakan harga komoditi bahan pangan yang beredar di Kabupaten Tangerang. Sebab, sebagian besar komoditi bahan pangan yang ada di Kabupaten Tangerang berasal dari luar daerah.

“Kami belum bisa memperkirakan kapan harga daging dan bahan pokok lain menyentuh angka normal, karena harga selang sehari saja bisa berubah, mengingat sebagian besar komoditi yang beredar disini (Kabupaten Tangerang) berasal dari luar daerah, artinya kita tidak bisa memprediksi dan mengintervensi,” ucap Apit saat dimintai keterangan oleh tim liputan Diskominfo.

Kendati demikian, Disperindag Kabupaten Tangerang terus mengupayakan untuk menstabilkan harga daging serta bahan pokok yang lain, hal ini dilakukan dengan terus memantau harga bahan pangan di setiap pasar yang tersebar di Kabupaten Tangerang.

“Setiap seminggu sekali kami juga menerjunkan tim langsung untuk terjun ke lapangan, guna memastikan persentase stabilitas naik turunnya harga di pasar yang ada di Kabupaten Tangerang,” lanjut Apit.

Sejauh ini, Disperindag belum menerima laporan perihal keluhan harga dari para pedagang dan konsumen. Apit juga menambahkan, walaupun harga mengalami kenaikan, stok bahan pokok di Kabupaten Tangerang tetap tersedia.

Baca juga: Pandeglang Diguncang 2 Kali Gempa Selang 2 Menit, Tak Berpotensi Tsunami

Di sisi lain, Kepala Bulog Cabang Tangerang, Panji Lumadyantoro membenarkan tentang beberapa penyebab kenaikan harga daging. Menurutnya, daging sapi sangat diminati konsumen saat bulan Ramadan dan Idul Fitri. Selain itu, harga daging sapi memang sudah 4 bulan terakhir ini masih di atas rata-rata harga normal.

“Untuk daging sapi sendiri memang 4 bulanan sebelum puasa memang harganya masih lebih tinggi dibanding daging kerbau atau daging ayam. Angka kewajaran daging sapi itu di Rp. 110.000/Kg. Selain itu, para konsumen juga memilah jenis potongan dagingnya, ada yg lemak, sengkel, paru, hati, dan lain lain. Harga nya pun juga bervariasi,” ujarnya kepada tim liputan Diskominfo melalui pesan singkat.

Dirinya yang mewakili Bulog juga menjelaskan, di Tangerang sendiri masih kekurangan stok daging sapi impor, akan tetapi Pemerintah Pusat memberikan izin adanya daging impor kerbau beku, dimana harga daging kerbau dirasa lebih murah dan terjangkau. Selain itu dirinya menegaskan, daging kerbau ini higienis karena dibekukan sampai dengan level tertentu.

“Daging kerbau beku ini kami pasarkan untuk memberikan pilihan kepada konsumen, dikala daging yg lain mahal, konsumen  bisa beralih ke daging kerbau, namun semuanya juga pilihan diserahkan kepada konsumen,” ujarnya.

Dirinya juga berharap, semoga harga bahan pokok khususnya daging sapi yang ada di Kabupaten Tangerang kembali stabil, sehingga terciptanya pemulihan roda perekonomian di Kabupaten Tangerang. (red)

Check Also

Kisah Zhang Yiming Pendiri TikTok Miliki Harta Rp.878 Triliun

Kisah Zhang Yiming Pendiri TikTok Miliki Harta Rp.878 Triliun

Zhang Yiming Pendiri TikTok   Gaya Hidup – Pendiri TikTok, Zhang Yiming berhasil membuat TikTok menjadi sensasi ...

www.metrobanten.co.id | Informasi Faktual & Gaya Hidup