KRIMINAL & HUKUMLIFESTYLENEWSTANGERANG RAYA

Peringati Hari Bakti Pemasyarakatan, Kemenkum HAM Ajak Anak Warga Binaan Cuci Kaki Orangtua

Metrobanten – Peringati Hari Bakti Pemasyarakatan Ke – 54 Tahun. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkum HAM RI) menggelar kegiatan Family and Society Gathring Se – Indonesia yang di ikuti oleh seluruh Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).

 

Acara tersebut dipusatkan di LPKA Anak Laki Kelas I Tangerang yang berlokasi di Jalan TMP Taruna Nomer 29C, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Dengan tema “Tetap Ceria Meraih Asa” dan juga “Kami Pasti”.

 

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yassona Hamonangan Laoly membuka kegiatan ini dengan coretan lukisan dalam kanvas besar yang nantinya coretan tersebut akan dilanjutkan oleh para warga binaan.

 

“Selain melukis bersama anak dari warga binaan, kegiatan ini juga diisi dengan membasuh kaki kedua orang tua mereka. Supaya mereka seraya bersimpuh, bisa meminta dan juga memohon maaf atas kehilafan yang telah lalu mereka perbuat kepada orang tuanya,” ujarnya saat memberi sambutan, Selasa (17/4/18).

 

Yassona saat melukis di atas kanvas

 

Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan kegiatan keagamaan. Yang mana para warga binaan seluruh Indonesia mengkhatamkan Al-Qur’an dengan membaca tiga surah terakhir yang dilakukan bersama sama dengan seluruh LPKA yang ada di Indonesia.

 

Yassona menjelaskan, dari segala kegiatan. Satu diantaranya, yaitu membasuh kaki orang tua masuk dalam pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Menurutnya, meskipun membasuh kaki orang tua sudah menjadi agenda tahunan, namun kali ini berbeda karena dilakukan serentak oleh seluruh LPKA yang ada di Indonesia.

 

“Dan beberapa perwakilan LPKA juga kita hadirkan dipusat kegiatan ini,” terangnya.

 

Yassona menambahkan, dirinya berharap keluarga dari para warga binaan disini diminta untuk melakukan keterlibatan dalam urusan ini, dan juga peran serta masyarakat. Karena semua itu sangat diperlukan dalam proses pendidikan dan pembinaan anak.

 

“Kalau semuanya ikut membantu, saya yakin kemampuan dan kepercayaan diri anak untuk dapat berinteraksi kembali secara optimal dalam masyarakat. Jadi diharapkan kegiatan ini dapat mengembalikan semangat dan keceriaan anak dalam meraih masa depannya,” pungkas Yassona.  (des)

Back to top button