Kedekatan Emosional Adalah Kunci Menjaga Kemesraan Pernikahan

Kedekatan Emosional Adalah Kunci Menjaga Kemesraan Pernikahan

Metrobanten – Kemesraan terjalin ketika pasangan sepenuhnya saling mengenal dan mencintai apa adanya. Dalam survei yang dilakukan Robert J. Sternberg, seorang psikolog, menemukan gairah seksual dan kemesraan menjadi kunci kepuasan hubungan pernikahan usia 1 hingga 42 tahun.

Berdasarkan latar belakang tersebut, kemesraan perlu diusahakan untuk membangun kehidupan pernikahan yang bahagia. Dikutip dari Psychology Today, Susan K. Perry, Ph.D., merekomendasikan sederet cara untuk menjaga pernikahan tetap mesra.

Lebih terbuka untuk merasa lebih dekat

Dalam buku Time and Intimacy: A New Science of Personal Relationship yang ditulis oleh Joel B. Bennett menuliskan bahwa kemesraan adalah proses penemuan yang dibangun lewat perhatian terus-menerus.

Para psikolog mendorong pasangan untuk saling membuka percakapan intim untuk mengungkap ‘rahasia’ masing-masing dari pasangan. Menurut mereka, orang yang tidak terbuka lebih sulit menjalin hubungan yang mesra.

Kedekatan emosional adalah kunci hubungan pernikahan yang intim dan sehat. Kedekatan emosional dapat dirasakan ketika pasangan suami istri merasa aman dan dicintai, saling percaya dan memahami, serta menjalin komunikasi dengan baik dan terbuka.

Menjalin kedekatan emosional sebagai cara menjaga keintiman suami istri tidak selalu harus dilakukan dengan berhubungan seksual. Ada beragam cara untuk mengekspresikan cinta pada pasangan.

Berbagai Tips Menjaga Hubungan Suami Istri Tetap Mesra

Berikut ini dilansir dari Alodokter mengenai beberapa cara menjaga keintiman suami istri yang dapat Anda dan pasangan lakukan:

1. Menjaga komunikasi

Cara menjaga keintiman suami istri dapat dimulai dengan memperbaiki komunikasi. Banyak pasangan yang merasa rajin berkomunikasi, tetapi ternyata tidak mendalam dan hanya tentang kegiatan sehari-hari.

2. Meluangkan waktu untuk kencan romantis

Tidak perlu kencan ke restoran mahal, Anda dapat mengajak pasangan untuk memasak resep makanan baru, menonton di bioskop, atau menonton film favorit di rumah.

Luangkan waktu dari jauh-jauh hari untuk menjadwalkan kencan romantis 1–2 kali setiap bulannya. Jika sudah memiliki anak, Anda dapat berkencan setelah waktu tidur anak atau menitipkan anak ke keluarga terdekat.

3. Memberi kejutan

Memberikan kejutan kepada pasangan tidak hanya bisa dilakukan pada momen-momen spesial.

Anda juga bisa memberikan hal-hal yang disukai pasangan pada hari biasa, sehingga ia merasa diapresiasi dan bahagia karena tahu Anda memikirkannya.

4. Berlibur bersama

Meluangkan waktu berlibur bersama pasangan juga bisa menjadi cara menjaga keintiman suami istri. Pergilah berlibur ke destinasi wisata yang telah disepakati bersama dan nikmati momen tersebut dengan baik.

Anda dapat menitipkan anak kepada orang terdekat yang dapat dipercaya. Namun, jangan lupa untuk tetap rutin memantau kondisi anak, ya.

5. Menjaga keintiman di ranjang

Menjaga keintiman di ranjang juga penting untuk menjaga hubungan suami istri tetap harmonis. Komunikasikanlah mengenai ekspektasi dan preferensi saat berhubungan seksual.

Jika Anda dan pasangan belum merencanakan kehamilan, gunakanlah alat kontrasepsi ketika berhubungan intim. Namun, jika terjadi masalah dalam penggunaan alat kontrasepsi, seperti lupa minum pil KB atau kondom bocor dan terlepas, ada kontrasepsi darurat yang bisa digunakan.

Kontrasepsi darurat berupa pil tersebut mengandung hormon progesteron yang aman dan efektif untuk mencegah kehamilan.

Pil kontrasepsi darurat dapat dikonsumsi sebelum 120 jam atau 5 hari setelah berhubungan seksual. Agar lebih efektif bekerja, konsumsilah pil ini segera setelah berhubungan seksual.

Penggunaan kontrasepsi darurat dapat membantu perencanaan keluarga. Meski demikian, kontrasepsi darurat sebaiknya hanya digunakan di saat mendesak.

Untuk memilih kontrasepsi yang tepat, konsultasikan mengenai jenis dan manfaat kontrasepsi dengan dokter kandungan

Diperlukan komitmen untuk menjaga keintiman suami istri. Jika Anda dan pasangan membutuhkan bantuan untuk menjaga kemesraan dalam hubungan rumah tangga, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau konselor pernikahan.

(Arsa)

Back to top button